INFO BAJA TERBARU25 November 2009
Dikutip dari http://www.depperin.go.id/, 24 November 2009 Industri Baja Sambut Baik Penundaan Tarif Nol JAKARTA--Direktur Eksekutif Asosiasi Baja, Hidayat Triseputro, menyambut baik pendaftaran beberapa produk baja dalam rekomendasi penundaan tarif nol Asean Free Trade Agreement (AFTA). "Itu memang yang kita harapkan selama ini," ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (24/11).
Persaingan di sektor baja, papar Hidayat, akan berlangsung timpang. Produk baja Indonesia , lanjutnya, sangat tertinggal dari negara-negara Asean.
Indonesia , kata Hidayat, telah terlampau terbuka sejak dulu. Sementara negara-negara lain seperti Malaysia , Thailand , dan bahkan Vietnam , sudah lama menerapkan proteksi.
Hidayat menceritakan Malaysia telah 24 tahun memproteksi industri bajanya dengan tarif masuk tinggi. Sedang Thailand memproteksi baja dalam negerinya dengan Standar Baja Thailand . " Indonesia sudah menurunkan tarif sejak 2001," paparnya.
Ketakmampuan Indonesia untuk bersaing, jelas Hidayat, bukan disebabkan kelemahan teknologi, melainkan karena kapasitas produksi nasional yang terbatas.
Kapasitas produksi baja nasional, kata Hidayat, cenderung stagnan, 6 juta ton per tahun. Kapasitas produksi baja Thailand kini mencapai 10 sampai 11 juta ton per tahun. Sedang Malaysia telah mampu memproduksi 8-9 juta ton baja per tahun.
Di tahun mendatang, sejalan dengan pemulihan ekonomi, Hidayat memperkirakan kebutuhan baja nasional akan meningkat signifikan. "Terlebih pemerintah tengah fokus pada infrastruktur," analisis dia. Di tahun 2009, kebutuhan baja nasional diproyeksi mencapai 8 sampai 9 juta ton. c87/kpo Sumber : Republika , 24 November 2009
|